aku berjalan bersama gelisah dan ketakutan
tak kan ada yang tau
padahal mereka begitu lengket menguasai hati
aku bukan orang yang pandai mengubah debu menjadi emas
walau tak semua orang bisa melihat debu diantara emasku
aku hanya bisa merasakan perasaanku sendiri
dan tak tau cara mengatakannya
yang aku tau
ini seperti banjir tanpa hujan,
panas tanpa matahari,
dingin tanpa angin,
gelap tanpa malam…
seperti ditekan jam pasir
lalu terkubur sia-sia
atau berjalan di puncak Himalaya
seolah kabut adalah bajunya
sehingga kabut di depan mataku terlalu pekat
dan aku tak tau apa yang ada di ujung jalan
tapi aku punya harapan
No comments:
Post a Comment